Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan dan PT Bhinneka Dwi Persada terus mengembangkan drone Rajawali. Ke depannya, kecanggihan drone akan ditingkatkan dan bisa setara dengan Predator asal Amerika Serikat.
"Tahun lalu kita buat prototipe kedua (Rajawali 720) dengan Balitbang Kemenhan. Tahun ini rencananya kita akan buat first article untuk di mass production," ujar Palma Henfibiant Putra, Dirut PT Bhinneka Dwi Persada di Kementerian Pertahan, Jakarta Pusat.
Rencananya, drone Rajawali akan terus dikembangkan. Salah satunya dengan menambah atribut persenjataan tempur, seperti drone canggih luar negeri lainnya.
"Karena kita pengembangan dengan Balitbang Kemhan ke depannya itu dan kita buat saat ini untuk kemandirian produk industri pertahanan. Ke depannya akan ke tempur, dipersenjatai," ucap Palma.
"Sekarang kita msih uji terus untuk surveillance. Ke depan ya mungkin dalam satu hingga lima tahun," imbuh Palma.
Sebelumnya, drone Rajawali 720 disebut sebagai Pesawat Terbang Tanpa awak (PTTA) tercanggih di Indonesia. Drone tersebut masuk dalam kategori Unmaned Aerial Vehicle (UAV) yang bersayap tetap (fixed wing). Kemampuan terbangnya pun cukup jauh dengan jarak tempuh 200 km dan waktu terbang mencapai 24 jam.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar