Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menjelaskan urgensi pembangunan gedung baru DPR. Menurutnya, DPR memang membutuhkan gedung baru karena kenaikan jumlah anggota DPR.
"Ini gedung heritage, nggak ada lagi penambahan tempat. Anggota DPR ini nambah jadi 575. Dulu anggota DPR saat gedung itu dibangun tahun '88 cuma 40 orang kurang, 40 orang nggak punya staf," kata Fahri di Gedung DPR, Senin (14/8/2017).
Pembangunan gedung baru tersebut nantinya untuk menggantikan gedung Nusantara I DPR yang disebut-sebut kondisinya sudah miring. Gedung itu, kata Fahri, nantinya akan digunakan anggota DPD untuk berkantor.
"Sekarang ini 575 dengan staf yang banyak. Satu orang bisa tujuh perbandingannya. Belum lagi tambahnya tenaga ahli," imbuhnya.
"Sekarang wartawannya seabrek, masa gue nggak nambah rumah? Ibarat tamu, kaliannya aja nambah, masa kita nggak nambah ruangan, kan sumpek. Nanti kalian juga sumpek, merokok sembarangan tempat," ujar Fahri.
Kemudian gedung baru ini rencananya akan dibangun masih di sekitar kompleks parlemen
"(Gedung Nusantara I) Nggak (dihancurkan). Dipakai DPD. DPD juga kan belum punya tempat. Abis ditangkap ketua, (DPD) belum punya gedung. (Gedung baru DPR dibangun) Di sini (Kompleks Parlemen Senayan)," sebut Fahri.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar